Bayangkan Anda sedang scrolling media sosial. Di tengah banjir informasi, Anda melihat sebuah video pendek: seorang anak perempuan di sebuah desa terpencil tersenyum lebar sambil memegang buku tulis pertamanya. Tidak ada kata-kata yang panjang, tidak ada permintaan donasi yang eksplisit. Hanya senyum itu. Tapi entah …